diduga Ada Pungutan Liar di Balik Aksi Sweeping Truk di Gunung Kemala

oleh -349 Dilihat
oleh

Prabumulih, Telisikpublik.com – Aksi sweeping terhadap sejumlah truk pengangkut batu di ruas Jalan Lintas Desa Gunung Kemala, Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih, pada Rabu malam (29/7/2026), menjadi sorotan publik setelah video kejadian tersebut viral di media sosial TikTok.

Dalam video yang beredar, sejumlah warga tampak menghentikan truk pengangkut batu yang disebut berasal dari Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Warga mengaku resah karena aktivitas truk tersebut diduga berkontribusi terhadap kerusakan jalan serta meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas di kawasan Gunung Kemala.

Sejumlah truk terlihat diminta berbalik arah dan tidak melintasi ruas jalan tersebut. Warga juga mendesak pemerintah, khususnya Dinas Perhubungan (Dishub), agar segera mengambil langkah penertiban.

Namun, di balik aksi sweeping itu, muncul dugaan adanya pungutan liar. Seorang sopir truk asal Kabupaten PALI mengaku dimintai sejumlah uang oleh oknum saat kendaraannya dihentikan.

“Awalnya kami diminta Rp300 ribu. Karena tidak sanggup memberi, kami disuruh putar balik lewat Jalan Belimbing. Akhirnya kami memberikan Rp100 ribu, baru diperbolehkan lewat,” ujar sopir tersebut kepada media ini, Kamis (30/7/2026).

Menurut pengakuannya, apabila memang terdapat persoalan terkait kerusakan jalan maupun keselamatan lalu lintas, penyelesaiannya seharusnya dilakukan melalui koordinasi dengan instansi yang berwenang, bukan dengan menghentikan kendaraan dan meminta sejumlah uang kepada pengemudi.

“Kalau memang ada persoalan soal jalan rusak atau kecelakaan, sebaiknya dikoordinasikan dengan Dishub atau aparat terkait. Selama ini kami melintas dengan kecepatan wajar karena mengetahui kondisi jalan di Gunung Kemala yang relatif sempit,” katanya.

Ia berharap aparat penegak hukum dapat menyelidiki dugaan permintaan uang tersebut apabila memang terbukti terjadi.

Sementara itu, video aksi sweeping yang beredar di TikTok terus menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah pihak meminta adanya klarifikasi menyeluruh mengenai tujuan aksi tersebut, sekaligus penyelidikan terhadap dugaan pungutan liar yang dialami para sopir.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya mengonfirmasi Dinas Perhubungan Kota Prabumulih dan pihak kepolisian guna memperoleh keterangan resmi terkait aksi sweeping maupun dugaan pungutan liar tersebut.

Para sopir juga berharap aparat kepolisian meningkatkan patroli pada malam hari di kawasan Jalan Gunung Kemala guna menjaga keamanan dan ketertiban serta mencegah terjadinya tindakan yang merugikan masyarakat

.***$ypnbae

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.