Pertamina EP Adera Field Maksimalkan Potensi Sumur BNG-080 Lewat Terobosan Komplesi Dual String

oleh -451 Dilihat
oleh

Kabupaten PALI,, telisikpublik.com 29 Juli 2026 – Pertamina EP (PEP) Adera Field memaksimalkan potensi Sumur BNG-080 di Struktur Benuang, Kabupaten PALI, Sumatera Selatan, melalui penerapan metode komplesi dual string. Inovasi ini menjadi terobosan dalam pengembangan reservoir multilayer untuk meningkatkan produksi sekaligus efisiensi biaya dan waktu pengembangan lapangan.

Metode komplesi dual string memungkinkan dua lapisan reservoir berbeda diproduksikan secara bersamaan dalam satu sumur tanpa perlu melakukan pengeboran sumur baru. Pada Sumur BNG-080, metode ini diterapkan untuk memproduksikan lapisan reservoir TAF-L1 dan TAF-N2 secara simultan sehingga mampu memaksimalkan potensi produksi dari satu sumur.

Berdasarkan hasil initial flow test yang dilakukan pada 26–28 Juni 2026, lapisan TAF-L1 menunjukkan potensi produksi gas sebesar 2,836 MMSCFD. Sementara itu, lapisan TAF-N2 mencatat potensi produksi minyak sebesar 572,8 BOPD dan gas sebesar 1,666 MMSCFD.

General Manager Zona 4, Djudjuwanto, mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa optimalisasi dua lapisan reservoir dalam satu sumur mampu meningkatkan produksi sekaligus efisiensi pengembangan lapangan.

“Dengan memaksimalkan potensi dua lapisan dalam satu sumur, kami tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga meningkatkan efisiensi pengembangan lapangan. Harapannya, keberhasilan ini dapat menjadi model penerapan pada sumur-sumur berikutnya di Zona 4,” ujarnya.

Penerapan dual string di Struktur Benuang sebenarnya bukan yang pertama. Teknik serupa pernah diterapkan pada 1984, namun saat itu belum memberikan hasil optimal. Melalui kajian teknis yang lebih mendalam, tim PEP Adera berhasil menentukan konfigurasi komplesi yang paling sesuai untuk Sumur BNG-080 sehingga menghasilkan peningkatan produksi kumulatif dengan efisiensi waktu dan biaya yang lebih baik.

Manager Subsurface Development Area 1, Budi Darmawan, menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut akan direplikasi pada empat sumur lainnya, yakni tiga sumur di Struktur Benuang dan satu sumur di Struktur Gunung Kemala. Keempat program tersebut merupakan bagian dari Rencana Kerja (RK) Pemboran Tahun 2026 yang akan dilaksanakan pada triwulan III dan IV 2026.

Selanjutnya, Sumur BNG-080 akan dikelola oleh PEP Adera Field dan diharapkan memberikan kontribusi terhadap pencapaian target produksi dalam WP&B 2026, yaitu sebesar 4.537 BOPD minyak dan 22,21 MMSCFD gas.

“Menyusul keberhasilan Sumur BNG-080, kami akan terus melakukan optimasi pengeboran di struktur yang ada di PEP Adera. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan produksi sekaligus mengimbangi laju penurunan produksi alamiah (natural decline) sehingga stabilitas produksi migas tetap terjaga,” pungkas Budi.

Tentang PHR Zona 4

PHR Zona 4 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional Sumatra yang dipimpin oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Zona ini mengelola tujuh wilayah kerja Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.

Wilayah operasinya mencakup dua kota, yaitu Prabumulih dan Palembang, serta sembilan kabupaten, yakni Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu. Seluruh kegiatan operasional PHR Zona 4 berada di bawah koordinasi dan pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).***yupan

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.