Mudik Bukan Sekadar Pulang: PASAT MAJU 2026 Menantang Ego, Merajut Persatuan

oleh -77 Dilihat
oleh

Tangerang – Di bawah naungan semangat persaudaraan yang tak lekang oleh waktu, Perkumpulan Anak-Sanak Asal Tempirai (PASAT) kembali mengukir sejarah baru. Menyongsong fajar kemenangan Idul Fitri, sebuah mandat besar telah dijatuhkan dalam rapat pengurus yang sarat akan visi dan ambisi. Sebuah momentum yang bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan manifestasi dari kerinduan yang terorganisir Mudik PASAT MAJU 2026.

Mandat Besar di Pundak Sukari

Dalam pertemuan krusial sebelumnya yang dihadiri oleh jajaran Pengurus PASAT yakni Ketua Umum Suherman I’sa, Sekretaris Umum Herwin Jaya, dan Aris Putra Buana. Sebuah keputusan bulat telah diambil. Kepemimpinan Mudik Tahun 2026 resmi diserahkan kepada Sukari sebagai Ketua Koordinator.

Penunjukan ini bukanlah tanpa alasan. Sukari memikul beban harapan agar tradisi tahunan ini bermetamorfosis menjadi gerakan yang lebih tertib, nyaman, dan bermartabat. Di tangannya, koordinasi optimal dan komunikasi intens menjadi kunci utama untuk memastikan tidak ada satu pun pihak yang merasa dirugikan dalam hiruk-pukuk kepulangan massal tersebut.

Visi Sang Ketua Umum: Melawan Ego, Menjemput Keadilan

Ketua Umum PASAT, Suherman I’sa, menekankan bahwa Mudik Tahun 2026 harus menjadi cerminan dari wajah PASAT yang baru. Beliau mewanti-wanti agar fenomena “perang harga” yang kerap merusak harmoni antar penyedia bus tidak lagi terulang.

“Kita tidak ingin melihat persaingan yang tidak sehat. Mudik ini adalah tentang persatuan, bukan tentang siapa yang paling murah atau siapa yang paling banyak membawa penumpang,” tegas Suherman.

Meski saat ini telah berdiri tiga pilar penyedia bus utama yakni Prancis, Ongki Pranata, dan Reza, Suherman tidak menutup pintu bagi hadirnya nama-nama baru. Baginya, inklusivitas adalah kunci, asalkan tetap dalam koridor koordinasi yang selaras demi tercapainya tiga nilai utama: Persatuan, Keadilan, dan Kenyamanan. Beliau juga mengingatkan pentingnya kontribusi finansial bagi organisasi sebagai bahan bakar untuk menjalankan roda sosial PASAT di masa depan.

Strategi Satu Pintu: Harmoni dalam Perjalanan

Senada dengan visi Ketua Umum, Sukari sebagai Ketua Koordinator terpilih langsung meluncurkan strategi revolusioner. Ia menekankan pentingnya sistem “Satu Pintu”. Sebuah konsep yang dirancang untuk menciptakan hubungan harmonis antar penyedia bus.

Langkah konkret yang akan diambil meliputi:

Keseragaman Harga Tiket : Menghilangkan ketimpangan dan kecemburuan antar anggota.

Sistem Switch (Tukar-Menukar) Penumpang : Menjamin efektivitas dan efisiensi keberangkatan, sehingga tidak ada bus yang berangkat dengan kapasitas yang tidak optimal atau penumpang yang tertelantar.

Masa Depan di Tangan Pemuda: Closing Statement yang Menggetarkan

Menutup rangkaian koordinasi tersebut, Sukari memberikan pernyataan yang menyentuh esensi keberlanjutan organisasi. Ia menatap tajam kepada para pemuda-pemudi PASAT, menyebut mereka sebagai “Pemimpin Masa Depan sekaligus Harapan Eksistensi Organisasi”.

Namun, ada “Pekerjaan Rumah” besar yang ia titipkan. Sukari menyoroti perlunya formulasi iuran anggota yang tepat, adil, dan berkelanjutan. Ia memimpikan PASAT yang mandiri secara finansial.

“PASAT tidak boleh hanya bergantung pada profit musiman dari bus mudik atau sumbangan sukarela yang tidak menentu. Kita harus bertransformasi. Kekuatan kita harus lahir dari iuran anggota yang kontinu sebagai bentuk tanggung jawab kolektif,” ujar Sukari menutup pembicaraannya. (APB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.